News

Usai Aksi Heroik, Nelayan WNI Diusulkan Dapat Visa Tinggal di Korea Selatan

Sugianto. Foto: News1 by KoreaJoongAngDaily

안녕하세여, 친구들 (Annyeonghaseyo, chingudeul)...

Seorang nelayan asal Indonesia, Sugianto (31), menuai pujian luas setelah aksi heroiknya menyelamatkan para lansia dari kobaran api saat kebakaran hutan melanda Yeongdeok County, Provinsi Gyeongsang Utara, Korea Selatan pada 25 Maret lalu. Ia pun di pertimbangkan dapat bisa tinggal jangka panjang.

Kementerian Kehakiman Korea Selatan mempertimbangkan untuk memberikan visa tinggal jangka panjang (F-2) kepada Sugianto sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya menyelamatkan warga.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Wakil Menteri Kehakiman Kim Seok-woo telah menginstruksikan pejabat terkait untuk meninjau kemungkinan pemberian status residensi tersebut. Visa F-2 biasanya diberikan kepada warga negara asing yang menikah dengan warga Korea, investor asing, atau mereka yang dianggap memberi kontribusi luar biasa bagi kepentingan publik.

Seorang pejabat Kementerian Kehakiman menyebutkan bahwa kasus seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam konteks penyelamatan dari kebakaran hutan. Keputusan final terkait visa ini diperkirakan akan keluar dalam 1 hingga 2 minggu ke depan.

“Ada kasus serupa pada tahun 2020, tetapi ini adalah kasus pertama yang melibatkan penyelamatan dalam kebakaran hutan,” ujar salah satu pejabat Kementerian Kehakiman Korea, dikutip laman Allkpop.

Cerita penyelamatan Sugianto

Saat api yang berasal dari Uiseong County mencapai desa pesisir tempat tinggalnya pada pukul 23.00 waktu setempat, Sugianto bersama kepala komunitas nelayan desa, Yoo Myung-sin, langsung bergerak door-to-door membangunkan warga dan memperingatkan mereka untuk mengungsi.

Desa yang terletak di area lereng menyulitkan proses evakuasi, terutama bagi warga lanjut usia. Tanpa ragu, Sugianto dan Yoo menggendong para lansia dan membawa mereka ke tanggul laut sejauh 300 meter, yang dijadikan zona aman.

“Yang saya pikirkan hanya bagaimana menyelamatkan para nenek dan warga secepat mungkin,” kata Sugianto kepada media setempat, mengutip laman Korea JongAng Daily, Rabu (2/4/2025).

Ia mengaku membantu mengevakuasi sekitar tujuh orang lansia. Salah satu momen dramatis terjadi saat ia membawa seorang nenek melewati toko yang dilalap api. Nenek itu terbangun karena mendengar teriakan, “Cepat! Cepat!”

Seorang warga lansia berusia 90-an tahun menyebut ia bisa saja tak selamat jika bukan karena Sugianto.

“Saya bisa keluar rumah karena dia sudah berdiri di depan pintu,” ujarnya.

Sugianto telah tinggal di Korea selama delapan tahun dengan visa kerja dan fasih berbahasa Korea. Ia dikenal dekat dengan warga sekitar. Istri dan anak laki-lakinya yang berusia lima tahun saat ini tinggal di Indonesia. Ia berencana kembali ke Tanah Air dalam tiga tahun ke depan.

“Saya suka Korea, terutama warga desa di sini yang sudah seperti keluarga. Istri saya juga bilang bangga sekali dengan saya,” ungkapnya.

Warga desa memuji keberanian dan kepedulian Sugianto serta Yoo. Mereka menyebut Sugianto sebagai contoh anak muda bertanggung jawab dan berharap bisa terus tinggal dan bekerja bersama orang sepertinya.

Sekitar 60 warga berhasil dievakuasi dengan selamat ke tanggul laut saat api mendekat. Berkat aksi cepat mereka, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.