Ini Cerita Tentang Aku, Spidol Hitam, dan Ji Chang Wook
안녕하세여, 친구들 (Annyeonghaseyo, chingudeul)...
Hari ini rasanya seperti mimpi yang belum selesai. Bahkan ketika aku menulis ini, aku masih nge-freeze, masih deg-degan, dan masih belum percaya apa yang baru saja terjadi.
Tapi biar tidak hilang dari ingatan, aku tulis semua sekarang, selagi adrenalin masih tinggi hehehe.
Jumat siang, aku datang ke acara peluncuran Abracadabra: The Galaxy of Ultimate Healing di Ice Palace, Lotte Mall Kuningan. Series terbaru Samsung dan Viu yang dibintangi yes, Ji Chang Wook.
Dan kebetulan banget beberapa minggu terakhir aku lagi nonton ulang dramanya dia, plus ngikutin drama on going The Manipulated bareng DO EXO. Jadi timing-nya tuh nggak masuk akal bagusnya.
Pas undangan liputan masuk ke email, aku sampai bengong. Kok bisa pas banget momennya? Lagi naksir babang Ichang banget (sebenernya dari dulu sih), eh malah dapat liputan ini. Langsung daftar sebagai media tanpa mikir.
Aku sudah sampai di lokasi jam 12.00, meski registrasi baru buka jam 13.00 sih. Bukan apa-apa, aku cuma tak mau kalah barisan depan. Dan benar saja, antrean dua terbaik!
Setelah briefing media dari Mas Daly (dari Contentro) bahwa akan ada red carpet mini, kita semua langsung lari kecil berebut posisi di barikade untuk red carpetnya. Aku dapat posisi paling depan. Yeay, misi pertama sukses.
Dari rumah aku sudah siapkan notebook kecil dan spidol hitam. Niat banget memang. Ya barangkali bisa berkesempatan mendapatkan tanda tangan idola sejak lama.
Lalu, satu-satu cast lewat: Maxime, Vanessa, Bryan, Pevita, Agung. Mereka semua ramah dan ganteng-cantik banget. Mereka bergantian berfoto dan sedikit menjawab pertanyaan dari sang MC paling top Indra Herlambang!
Dan begitu Ji Chang Wook muncul dunia kayak nge-zoom in ke satu titik gitu. Aslinya tinggi. Kurus. Wajahnya fresh. Senyumnya lembut banget. Aromanya jangan ditanya. Otakku sempat blank.
Setelan baju ber-jas biru muda sangat senada dengan wajah nya yang tampak muda untuk usianya. Meski, pakai pakaian apapun aku pikir dia tetap bisa membawa dirinya dan auranya tentu terpancar.
Waktu foto-foto pemeran Welcome to Samdalri itu tinggal sedikit, aku langsung sodorkan notebook dan spidol. "Oppa, tanda tangan oppa!" kata aku lantang.
Dia tidak menoleh ke arahku. Oppa masih sibuk berpose. Aku coba lagi, sedikit lebih kencang. "Oppa sign! Oppa sign!"
Awalnya seperti mau lewat begitu saja lagi. Tapi tiba-tiba dia berhenti. Menoleh. Dan jalan mendekat. Serius. Jalan mendekat. Tangannya mengambil notebook dan spidol dari tanganku, lalu menandatangani halaman kosong itu.
DEG!
Detik itu tubuhku berhenti bekerja. Kakiku gemetar. Wajahku panas. Lidahku kelu. Aku ingin bilang "kamsahamnida" tapi keluar pun tidak. Temanku sampai yang bantu mengucapkan terima kasih.
"Kamsahamnida oppa," kata temanku. "Thank you, Ji Chang Wook oppa," sambung yang lain.
Aku cuma bisa memeluk notebook miniku itu erat-erat. Tanda tangan tinta hitam dari spidol yang kubawa sejak pagi. Tiba-tiba mataku panas. Ada air yang jatuh, dan aku sendiri bingung kenapa bisa emosional begitu.
Malam ini Papiku bilang aku lebay. Katanya terlalu melekat pada idola. Tapi bagiku, bukan itu poinnya. Aku tidak menggantungkan hidup pada aktor Korea. Yang aku rasakan hari ini adalah semacam hadiah kecil dari semesta.
Kayak pengingat lembut bahwa hidup tidak cuma berisi tagihan, deadline, dan rasa capek. Kadang kita dikasih kejutan manis. Kadang kita dipertemukan dengan momen yang membuat kita tersenyum lama.
Dan hari ini, momen itu datang dalam bentuk Ji Chang Wook, senyumnya, dan tanda tangan di notebook kecilku.
Terima kasih, Babang Ji Chang Wook. Hari ini benar-benar jadi Jumat berkah paling nggak masuk akal tahun ini.