Bak Roller Coaster, My Liberation Notes Episode 14 Bikin Penonton Nangis Lalu Meleyot

Curhat  

Satu kata buat penulis naskah, sutradara dan para pemeran My Liberation Notes, Daebakk!! yang berhasil penulis seperti orang gangguan jiwa dalam semalam. Setelah dibuat menangis tersedu-sedu selama 65 menit episode 14, kemudian di lima menit terakhir, bikin penulis senang jejingkrakan oleh ulah Mr Gu dan Yeom Mijeong.

Berkali-kali penulis, mengutuki seluruh tim produksi dan cast My Liberation Notes yang berhasil membuat drama slice of life begitu sampai di hati penulis. Angkat topi untuk mereka!

Sejak mengikuti 'on going' My Liberation Notes, dari awal penulis tidak berekspektasi lebih pada drama yang dibintangi Kim Jiwon, Son Seokgu, Lee Minki, dan Lee el ini. Seperti drama slice of life pada umumnya, penulis membayangkan drama ini sekadar menceritakan kehidupan orang-orang seperti biasanya.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Tetapi ternyata penulis salah, My Liberation Notes ini melebihi ekspektasi penulis. Drama ini tidak hanya menceritakan roda kehidupan, tetapi emosi orang-orang dalam kehidupan ini. Bukan hanya sedih dan bahagia yang menjadi garis batas orang-orang, tetapi emosi perasaan kesepian, kejenuhan, muak, demotivasi, kekhawatiran, kekecewaan, kehilangan, semua digambarkan dalam drama ini.

Nilai-nilai hidup tentang tanggung jawab diri sendiri, keluarga, pekerjaan juga disajikan dalam drama ini. Penulis sampai tidak bisa berkata-kata untuk menggambarkan kekaguman terhadap drama ini. Begitu dekat dan lekat rasanya drama ini dengan apa yang penulis rasakan dalam menjalani kehidupan.

Selama 1-14 episode, penonton My Liberation seperti diajak untuk memahami 'ini loh kehidupan'. Kehidupan sebenarnya itu tidak seindah drama Korea'. Cinta dan kehilangan dekat seperti nadi, kau bisa mencintai tapi kau juga bisa kehilangannya kapanpun.

Puncaknya di episode 13 akhir, ketika keluarga Yeom harus kehilangan sosok istri, sekaligus ibu, yang selama ini menjadi tiang bagi keluarga tersebut. Istilah yang selama ini ada, 'Semua boleh pergi asal bukan Ibu' benar adanya.

Seketika keluarga Yeom benar-benar seperti runtuh kehilangan tiangnya. Mereka tidak menyadari betapa pentingnya sosok tiang ini, sampai mereka benar-benar kehilangannya.

Mereka belum benar-benar belajar tentang artinya sebuah keluarga saat keluarga itu sudah tidak utuh seperti sebelumnya. Saat mereka menyadari, semua itu sudah terlambat. Berjuang dan memulai kembali hidup seperti sebelumnya, meski berat.

Seperti itulah pesan tersirat yang penulis rasakan selama episode 14, terlebih penulis belum lama ini juga kehilangan sosok ibu seperti keluarga Yeom. Huhuhuhu.

Kemudian baru di enam menit akhir episode 14, penonton kembali bisa tersenyum dengan jumping waktu tiga tahun pascakepergian ibu Yeom. Yeom Mi-jeong yang berpisah dengan Mr Gu pada episode 12 akhirnya kembali bertemu di akhir episode 14 dan seperti akan kembali saling memuja.

Bukan seperti umumnya, pasangan ini dikenal sebagai worship couple, bukan saling mengaku cinta tetapi justru memuja. Bahkan, setelah tiga tahun berpisah, pasangan ini berhasil membuat penonton dugun-dugun melihatnya.

Tetapi begitulah kehidupan, akan terus berganti. Kesenangan tidaklah abadi, kesedihan juga akan ada saatnya pergi.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Memberi dan menerima

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image